Lebih Praktis Dengan Guinnes Kaleng

Minuman dengan kadar alkohol rendah atau yang lebih kita kenal sebagai bir merupakan salah satu dari sekian banyak minuman yang menjadi favorit orang-orang di berbagai belahan dunia setelah air dan teh. Bir sendiri merupakan salah satu jenis minuman yang dihasilkan dengan melalui proses fermentasi dan peracikan yang disebut dengan proses brewing.

Jenis bir yang ada saat ini pun sangat beragam, tidak hanya karena rasanya, tetapi juga karena tampilan visualnya yang sekali lihat langsung terlihat perbedaanya. Hal ini bisa jadi disebabkan karena bahan utama membuat bir yang berbeda-beda.

Saat ini bir merupakan salah satu jenis minuman beralkohol yang paling banyak digemari dan juga bir sendiri sudah melegenda karena kemungkinan bir merupakan jenis minuman beralkhol yang tertua. Kurang lebih sejak tahun 5000 SM bir dibuat. Hal ini terbukti dari catatan sejarah yang ada di Mesir Kuno. Seiring berjalannya waktu karakteristik bir juga ikut mengalami perubahan, bahkan hingga berubah secara drastis baik dari segi rasa atau dari segi pengemasan.

Banyak brand bir yang saat ini sudah tersebar diberbagai penjuru dunia dan menawarkan bir andalannya. Bahkan beberapa diantaranya sangat mudah ditemui di supermarket yang telah memiliki lisensi untuk menjual minuman beralkohol. Beberapa diantaranya merupakan bir terkenal yang sudah memproduksi bir nya lebih dari puluhan tahun, salah satunya yaitu Guinness Beer.

Siapa yang belum pernah mendengar Guinness Beer? Tentu, hampir kebanyakan orang pasti tahu apalagi bir sendiri berada di urutan ke tiga minuman favorit orang-orang. Guinness beer yang telah bediri sejak 1750-an dengan pendirinya, Arthur Guinness, menjadi salah satu brand yang paling melegenda dan digemari banyak orang.

Guinness menghadirkan berbagai jenis bir tapi yang paling terkenal adalah bir stoutnya. Bir stout sendiri merupakan salah satu jenis bir yang memiliki warna gelap hampir menyerupai hitam yang memiliki rasa pahit dan tidak manis karena dibuat dengan ragi, barle, dan malt yang digiling dan difermentasi. Bir stout memiliki perbedaan yang kentara dengan jenis bir ale. Bir ale cenderung memiliki warna kuning yang terang sedangkan bir stout cenderung memiliki warna gelap yang pekat.

Tidak hanya kemasan botol, saat ini guinnes menyediakan kemasan kaleng. Guinness kaleng banyak digemari orang-orang yang jarang untuk menetap disuatu tempat dikarenakan bir dengan kemasan kaleng ini dianggap lebih praktis dibandingkan dengan bir dengan kemasan botol apalgi jika ingin dibawa bepergian.

Selain itu, Guinness kaleng juga memilki harga yang lebih murah jika dibandingkan guinnes botol. Guinnes dengan kemasan kaleng juga tidak kalah kualitasnya dengan Guinness botol bahkan keduanya sebetulnya sama saja karena berasal dari pabrik yang sama.

Sama dengan botolnya, Guinness dengan kemasan kaleng juga tak kehilangan sentuhan ke “guinessannya”. Keduanya sama-sama memiliki ciri yang otentik dan unik. Dominan warna hitam dan emas, bir kalengan Guinness tetap sangat mudah dikenali apalagi bubuhan tanda tangan Arthur

Guinnes membuat bir Guinness lebih mudah untuk dikenali. Selain dari pengemasannya Guinness juga terus menjaga kualis dan mutu produknya agar tetap konsisten dan tidak membuat konsumennya keceqa. Guinness beer terus menjaga rasa otentik dari bir yang diminum para konsumennya. Bukanlah hal yang muda untuk terus bisa konsisten menjaga kualtias, tetapi Guinnes mampu menghadirkannya disetiap bir yang terus berinovasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *